Usiaku 32 tahun, telah beristri berusian 29 tahun dan memiliki 2 orang anak yang sudah sekolah di SD. Aku tinggal di Perumahan ini telah 9 tahun semenjak aku berumah tangga.

Aku bersyukur memiliki istri yang cantik dan seksi. Terutama buahdadanya yang montok membuat mata lelaki jelalatan bila memandang istriku. Apalagi istriku paling senang mengenakan kaos ketat dan jelana jean, sehingga tubuhnya yang seksi begitu jelas tercetak jika dia berjalan.

Didepan rumahku adalah pasangan suami istri yang usianya hampir sama denganku. Usia sang suami 32 tahun dan istrinya berusia 27 tahun. Mereka telah 8 tahun menikah dan dikarunia satu orang anak berusia 7 tahun.

Tetanggaku adalah seorang konsultan lepas yang sering diberi kepercayaan untuk mengawasi beberapa pelaksanaan proyek atau program pemerintah untuk masyarakat. Sehingga sering kali ia mendapatkan proyek di luar kota.  Sedangkan istrinya adalah pegawai instansi pemerintah.

Cerita ini dimulai saat tetanggaku mendapat proyek untuk mengawasi pelaksanaan pencairan dana untuk perkembangan ekonomi masyarakat di daerah pantai utara jawa barat, sehingga seminggu sekali dia baru dia bisa berkumpul dengan keluarganya, yaitu pada hari sabtu dan minggu, sementara hari senin subuh dia sudah berangkat kembali.

Istri tetanggaku adalah seorang wanita yang anggun dan lembut, kesehariannya selalu mengenakan jilbab yang lebar, namun tidak mampu menyembunyikan buahdadanya yang montok dan kulitnya yang putih mulus.

Walaupun aku telah memiliki istri yang cantik dan seksi, namun istri tetanggaku ini telah menggodaku dengan keanggunan dan tutur katanya yang mendesah lembut, sehingga sering secara sembunyi-sembunyi aku memperhatikannya pada saat dia sedang berada di depan rumah atau pada saat sedang ngobrol dengan istriku.

Tutur katanya yang begitu merangsang gairahku, sering membuatku melamun membayangkan betapa menggairahkannya istri tetanggaku ini, pada saat sedang disetubuhi. Terbayang olehku desahannya yang mengerang menahan nikmat, tentu akan membuat gairahku semakin melambung.

Namun apakah mungkin? Aku bisa menikmati tubuh istri tetanggaku yang terlihat demikian soleh, apalagi dia selalu menjaga tingkah lakunya di depan para tetangga. Sehingga sangat tidak mungkin aku bisa berselingkuh dengan tetanggaku yang solehah ini. Akhirnya hasrat untuk bisa menikmati tubuh istri tetanggaku ini hanya menjadi obsesi bagiku

Tiba saatnya proyek pencairan dana untuk perkembangan ekonomi masyarakat dihentikan oleh Pemerintah karena program tersebut selesai dilaksanakan. Akhirnya tetanggaku kembali dari luar kota dan selalu ada di rumah setiap hari.

Ada perubahan besar yang terjadi pada diri tetanggaku semenjak dia mengerjakan proyek pemerintah itu. Dia ditempatkan di suatu wilayah yang terkenal karena prilaku masyarakatnya yang bebas dalam hal hubungan antara pria dan wanita. Seringkali ia diajak berselingkuh oleh wanita-wanita cantik di wilayah itu atau diajak melakukan mesum agar dia menyelewengkan wewenang yang diembannya.

Di awal-awal masa tugasnya dia selalu mampu menolak ajakan mesum tersebut, karena ingat dosa dan anak istrinya. Namun sekuat-kuatnya lelaki, jika harus berhadapan dengan godaan setiap hari, iman dan kesetiaan pada keluarganya  akhirnya runtuh juga. Beberapa kali dia terlibat hubungan perselingkuhan dengan wanita-wanita  di wilayah itu. Itulah sebabnya dia jarang pulang ke istrinya dengan alasan banyak pekerjaan.

Bermodalkan relasinya yang luas di LSM dan kemampuannya berbicara dalam  mempengaruhi orang lain, tetanggaku mengikuti bisnis MLM untuk mengisi waktu luang dan usaha sampingan menambah meringankan beban pengeluaran keluarga.

Ia mulai mengajak teman, relasi dan tetangga-tetangganya untuk bergabung dalam bisnis MLM yang digelutinya. Dan nampaknya bisnis MLM yang digelutinya membuahkan hasil yang lebih besar dari yang dibayangkan. Bonus yang dia dapatkan sudah mencapai angka 3 kali gaji pegawai negeri per bulan, suatu bisnis yang benar-benar menguntungkan.

Iapun dengan intensif sering melakukan prospek pada istriku agar istriku tertarik dan bergabung dengannya. Akhirnya istriku tertarik dan ikut bergabung. Dia begitu intensif memberikan pengarahan dan trik-trik menggeluti bisnis MLM pada istriku.

Satu bulan setelah bergabung, dengan dibantu olehnya, ternyata sudah banyak down line yang bergabung ke istriku dan tentu saja, bonus yang di dapat istriku jauh lebih besar dibandingkan dengan modal awal yang dikeluarkan. Istrikupun semakin bersemangat mengeluti bisnis ini. Sehingga sering menanyakan strategi dan trik-trik jitu dalam menghadapi persaingan bisnis MLM  yang semakin ketat. Mereka terkadang berdiskusi di rumahku dan terkadang di rumahnya.

Sebenarnya ada maksud lain, tetanggaku mengajak istriku bergabungnya. Semenjak dia sering ada di rumah. Dia suka memperhatikan istriku yang suka mengenakan kaos ketat dan celana jean, sehingga lekuk tubuh seksi istriku bisa dinikmati mata setiap pria. Apalagi istriku memiliki kulit yang putih mulus, tinggi, langsing, dan buah dada yang besar namun montok dan sekal sehingga terlihat amat seksi ditambah dengan pinggul yang besar dan pantat yang kencang. Secara jujur kuakui bahwa aku bangga memiliki istri yang mulus dan seksi.

Semakin sering tetanggaku memperhatikan istriku, semakin besar keinginannya untuk bisa menggauli istriku. Dan dia selalu mencari cara agar keinginannya terwujud. Mengajak istriku bergabung ke bisnis MLM yang dia geluti adalah termasuk salah satu strategi yang dia tempuh agar dia bisa ngobrol dan berdekatan dengan istriku tanpa dicurigai oleh istrinya maupun olehku. Dan untuk tahapan ini, rencananya berhasil, karena istriku sering meminta pengarahan darinya dalam mengembangkan jaringan.

Pada suatu pagi, ketika anakku sudah berangkat ke sekolah, Istriku mendtangi rumah tetanggaku untuk mengatur strategi rekruitment downline karena istriku akan melakukan prospek pada sore harinya di rumah teman istriku. Saat itu pembantunya sedang mengantar anaknya ke TK sehingga hanya tetanggaku seorang yang ada di rumah.

Banyak hal yang ditanyakan oleh istriku untuk menghadapi kegiatan prospek kelak dan banyak pula hal-hal yang disampaikan tetanggaku pada istriku. Tetanggaku menyiapkan minuman dan makanan ringan selama diskusi berlangsung. Tetapi ternyata tetanggaku telah membubuhkan obat perangsang pada minuman istriku. Obat perangsang itu dia dapatkan dari temannya pada waktu dia masih memegang proyek di luar kota, dan memiliki efek yang  luar biasa. Walaupun korba  sadar dengan apa yang dia lakukan,  namun nafsu berahi korban akan meluap-luap tanpa dapat dikendalikan sehingga akhirnya mau melayani siapa saja yang mengajaknya bercumbu.

Obat itu sudah dia buktikan keampuhannya waktu dia masih memegang proyek di luar kota, sehingga akhirnya wanita itu menjadi selingkuhannya selama dia di luar kota.

Disela-sela obrolan, istriku meminum minuman yang telah dibubuhi obat perangsang, hingga akhirnya minuman itu habis diminum oleh istriku yang sedang kehausan. Tetanggaku tersenyum penuh arti sambil menunggu reaksi dari obat tersebut.

Lima menit setelah istriku menghabiskan minumannya, istriku merasa aneh pada dirinya, entah mengapa dia merasa sangat terangsang saat itu, seluruh peredaran darahnya mengalirkan rangsangan-rangangan birahi yang sangat kuat. Istriku berpikir, kenapa hal itu bisa terjadi, lamunannya menerawang ke aku yang selalu mencumbunya di kala gairahnya sedang naik. Baru dia ingat karena sudah satu minggu dia tidak bercumbu denganku, dikarenakan tamu bulanan datang mengunjunginya dan baru kemarin sore bersih dan aku belum mau menyentuhnya, hanya bercumbu sebatas buah dada ke atas setelah itu kamipun tidur. Itulah barangkali yang menyebabkan gairahnya begitu tinggi pagi itu.

Pikiran itulah yang ada di benak istriku ketika dia merasakan rangsangan birahi yang kuat melanda dirinya. Semakin lama gairah itu semakin kuat dan istriku sudah hampir tak dapat mengendalikannya. Suaranya parau dan mendesah.., nafasnya tersengal- sengal terpacu oleh rangsangan yang demikian kuat,  vaginanya mulai basah dan gatal. Istriku gelisah dalam duduknya, keringat khas bagi orang yang sedang terangsang keluar dari tubuhnya..”Uhhhh…” tanpa sadar istriku mengeluh.

“Ada apa, Bu ?” tanya tetanggaku berpura-pura…

“’’Ngga .. tahu yah…! Badan saya, kok… jadi ‘ngga enak begini..!” jawab istriku terengah-engah menahan hawa nafsu. Dimataku saat itu, tetanggaku begitu menawan dan simpati. Orangnya pinter bicara, bisa mempengaruhi orang lain dan tampan.  Istriku begitu terpana melihat pesona yang terpancar dari tetanggaku.

Tetanggaku mendekat ke istriku dan duduk di samping istriku. Tubuh istriku merinding begitu didekati oleh tetanggaku, gairahnya semakin menggebu, ingin rasanya dia memeluk dan bercumbu dengan tetanggaku saat itu…., ‘tapi mana mungkin ? Dia kan suami orang dan aku sendiri punya suami…!’ begitulah lamunan istriku ketika pengaruh obat perangsang mulai menguasainya.

Tangan istriku disentuh oleh tetanggaku, ser…. Rasa nikmat begitu cepat menjalar di seluruh pembuluh darah istriku. Istriku semakin tak mampu menguasai diri. Akal sehat menyuruhnya untuk menepis tangan tetanggaku yang menyentuhnya, namun rangsangan dan gairah begitu kuat, sehingga istriku tak mampu menepisnya dan membiarkan rasa nikmat itu terus menjalar.

Tatapan mata istriku semakin sayu, tetanggaku mencium punggung tangan istriku yang sedang digenggamnya. Serrrr…. Rasa nikmat semakin menjalar memuaskan desakan rangsangan yang semakin meronta-ronta. Mata istriku terpejam menikmati sensasi kemesraan yang diberikan oleh tetanggaku. Lalu tetanggaku mencium bibir istriku disaat matanya masih terpejam. Serr…ser…ser… rasa nikmat semakin datang bertubi-tubi. Tubuh istriku melayang nikmat, bagaikan menikmati ciumannya yang pertama yang tak pernah dia lupakan.

Tetanggaku semakin menghisap bibir istriku. Istriku semakin melayang nikmat hingga akhirnya tangan  istriku meraih kepala tetanggaku dengan gemas dan membalas ciuman tetanggaku dengan hisapan dan jilatan lidah yang liar berapi-api. Gairah berahi yang menggebu membuat istriku lupa akan kesetiaanya padaku.

Istriku semakin tenggelam dalam kubangan gairah yang menyala-nyala, hisapan bibir istriku demikian dalam dan lama. Nafas istriku semakin terengah-engah. Tangan tetanggaku bergerak liar mengusap dan meremas leher, punggung, pinggang serta pantat istriku yang bergelinjang dan menggeliat diguncang nafsu yang menggebu. Mulut istriku mengerang nikmat penuh rangangan dan tatapan matanya semakin sayu bahkan terpejam menikmati sensasi nikmat yang menghanyutkannya.

Tangan tetanggaku semakin liar….,  buah dada istriku yang montok membusung diremasnya dengan penuh nafsu dari luar kaos yag dikenakan istriku. Tubuh istriku menggeliat sambi mengerang “Ahhh….ouh…..”. Tetanggaku semakin bergairah meremas dan mempermainkan kedua buahdada istriku yang semakin membusung.

Melihat nafsu istriku yang semakin tak terkendali, tetanggaku berdiri dan mengajak istriku ke kamar. Tanpa pertimbangan lain, istriku mengikuti tetanggaku melangkah menuju kamar. Setelah masuk kamar, tanpa menutup pintu kamar terlebih dahulu dan masih dalam posisi berdiri dipinggir tempat tidur. Istriku dengan tak sabar membuka kaos yang dikenakan tetanggaku hingga lepas dari  tubuh tetanggaku, mata isriku semakin bergairah menatap tubuh tetanggaku yang bertelanjang dada. Tetanggaku menarik kaos yang dikenakan istriku hingga lepas dan bibirnya langsung menciumi leher jenjang istriku dengan nafsu yang tak tertahankan. Kaki istriku terjinjit-jinjit menahan nikmat dan kembali lenguhan nikmat keluar dari mulut istriku yang seksi “Uhhhh……  ahhhhh….”

Tangan tetanggaku berusaha melepaskan pengait bh di punggung istriku dan buahdada istriku yang besar membusung itupun tumpah setelah penghalangnya lepas. Mata tetanggaku nanar melihat buahdada istriku yang menggiurkan, dia membungkukkan badan dan mulutnya langsung melahap buah dada istriku dengan rakus sementara tangannya meremas-remas keras buahdada istriku yang lain. Tubuh istriku semakin melenting menahan nikmat, kakinya semakin terjinjit dan kedua tangannya mencengkram erat bahu tetanggaku

Percumbuan sambil berdiri di pinggir tempat tidur itu mereka lakukan cukup lama, sehingga nafsu mereka semakin mendesak untuk mendapatkan yang lebih nikmat lagi. Tetanggaku menghentikan cumbuannya, kemudian dengan tergesa-gesa melepas celana panjang sekaligus dengan cd yang dikenakannya . Istrikupun melakukan hal yang sama sehingga. Mata istriku nanar menatap penis tetanggaku yang mengacung keras dan tegang, sinar matanya menunjukkan tatapan ketidaksabaran ingin segera menikmati hangat dan nikmatnya penis tetanggaku, vaginanya terasa basah dan gatal.

Dengan gemetar tangan istriku meraih penis tegang itu…, diremas dan dikocok secara  perlahan penuh perasaan, tetanggaku mengeluh nikmat. Tangan tetanggaku menyentuh vagina istriku yang menggairahkan, kemudian telapak tangan itu meremas dan menutar serta menekan-nekan vagina istriku yang semakin basah dan gatal.

Istriku naik ke tempat tidur, berbaring dan merenggangkan pahanya menanti tetanggaku dengan tidak sabar, tubuhnya bergelinjang dan bergerak-gerak erotis mengundang tetanggaku untuk mendekat. Rupanya istriku sudah tak tahan lagi ingin segera merasakan penis tegang tetanggaku memuaskan rasa gatal yang meronta-ronta di dalam vaginanya yang semakin basah.

Namun tetanggaku tampaknya ingin mempermainkan gelora yang sedang melanda istriku. Dia merangkak naik ke tempat tidur, kepalanya di arahkan ke vagina istriku yang terbuka, kedua tangannya dia letakan di bawah paha istriku, kemudian bergeser ke arah pinggang istriku. bibirnya semakin mendekat vagina istriku. Istriku semakin mengelinjang tak sabar, ketika permukaan vaginanya tertiup  hembusan nafas tetanggaku yang menderu dan hangat.

Tiba-tiba istriku mengerang cukup keras ketika dirasakannya lidah kasar tetanggaku menjilati lipatan vagina dari bawah hingga ke klitorisnya. Beberapa kali tetanggaku melakukan jilatan-jilatan seperti itu, kepalanya terangguk-angguk dan diakhir dengan menekan kuat lidahnya tepat di klitoris istriku. Tubuh istriku bergetar bagaikan dialiri listrik dan mejerit nikmat “Aaaahhh…”. Dan istriku semakin menjerit ketika bibir tetanggaku menghisap kuat klitoris itsriku yang menonjol keras “Aaaahhhhh…”

Gerakan menjilati lipatan vagina secara berulang-ulang dan diakhiri dengan menekan dan menghisap klitoris, dilakukan berulang-ulang oleh tetanggaku hingga tubuh istriku bergetar dan bergelinjang serta menjerit dan mengerang nikmat tak henti-hentinya.

Kemudian kedua tangan tetanggaku berusaha membuka lipatan vagina yang menutupi liang vagina istriku yang menjanjikan berjuta-juta kenikmatan.  Liang vagina itu begitu mengkilat dan basah oleh lendir kenikmatan istriku bercampur air liur tetanggaku. Dada tetanggaku semakin sesak terhalang oleh nafsu yang tak tertahankan. Lidahnya terjulur dan menjilati liang nikmat itu…., kembali istriku menjerit dan melonjak-lonjak merasaan nikmat yang dierikan oleh lidah kasar tetnggaku.

Lonjakan tubuh istriku berubah menjadi hentakan-hentakan pinggulnya menekankan selangkangannya agar lidah tetanggaku masuk semakin dalam. Kedua tangan istriku menjambak rambut tetanggaku dengan keras dan menekan kepala tetanggaku agar lebih dalam lidah kasar itu meruyak liang vaginanya yang semakin berdenyut cepat dan nikmat, kedua paha istriku terangkat dan menjepit erat kepala tetanggaku dan betisnya membelit erat punggung tetanggaku, pantatnya terangkat kaku dan akhirnya “Aaaaaakkkhhhhh…….” jeritan keras keluar dari mulut istriku yang menandakan dia mendapatkan orgasme yang luar biasa nikmat.

Kemudian tubuh istriku berkelojotan beberapa saat dan akhirnya terhempas lemah di atas kasur…., jambakan tangannya dan belitan betisnya di punggung tetanggakupun lepas tak berdaya sementara nafasnya tersengal-sengal kehabisan nafas seolah-olah  habis berlari jauh. Sementara itu lidah tetanggaku merasakan kedutan-kedutan cepat disertai dengan rembesan cairan kenikmatan istriku yang terasa asin dan gurih.

Tetanggaku melepaskan dirinya dari himpitan lemah paha istriku, Dia bangkit dan meletakan kedua lututnya di bawah paha istriku yang mengangkang. Tangannya memegangi batang keras penisnya dan mengarahkan kepala penis itu ke depan mulut liang vagina istriku yang semakin basah dan licin. Tangannya menggerak-gerakan kepala penis itu agar membelah lipatan vagina istriku yang licin.

Tangannya terus menggerak-gerakan kepala penisnya di depan liang vagina istriku agar gairah istriku bangkit kembali. Gairah istriku dengan cepat bangkit kembali dan tangan istriku berusaha meraih batang penis tetanggaku agar segera memasuki dirinya.

Mendapatkan isyarat itu, tetanggaku langsung mendorong penisnya hingga setengah batang penisnya masuk menikmati nikmatnya liang vagina istriku, ditariknya kembali hingga menyisakan kepala penis saja yang masih berada dalam jepitan nikmat vagina istriku, kemudian mendorongnya…., menariknya….. demikian berulang-ulang hingga setengah batang penis tetanggaku mengocok-ngocok liang vagina istriku.

Kedua tangan tetanggaku memegangi kedua batang paha istriku yang menempel dipinggangnya. Dalam posisi duduk yang bertumpukan pada kedua lutut yang menekan kasur, pantat tetanggaku menggenjot dan memompa penisnya agar mengocok-ngocok dan mengaduk-aduk liang vagina istriku. Kepala istriku mengeleng-geleng merasakan nikmatnya sodokan dan kocokan tetanggaku, tubuh istriku terguncang-guncang  akibat sodokan yang dilakukan berulang-ulang oleh tetanggaku dan betis istriku yang tergantung di belakang tubuh tetanggakupun terayun-ayun keras.

Erangan-erangan nikmat terdengar dari mulut istriku bercampur dengan helaan nafas tetanggaku yang cukup keras. Semakin lama batang penis yang masuk semakin dalam dan gerakan mendayung nikmat tetanggakupun semakin cepat, tubuh istriku semakin melonjak-lonjak menerima sodokan-sodokan yang semakin dalam menyentuh relung liang vagina istrku disertai erangan nikmat yang tak terputus “Auh….  Auw….ouhhhhh……  “.Sodokan-sodokan tetanggaku semakin keras menghentak. Buah dada istriku yang besar membusung bergoyang-goyang bagaikan sedang dilanda gempa bumi yang maha hebat menyuguhkan pemandangan yang sangat menggiurkan. Dan erangan nikmat istrikupun semakin menyayat.. ”Auww…. auw…..aauuhhhh…”

Tetanggaku menghentikan gerakannya dan mencabut penisnya yang semakin tegang dan keras serta mengkilat karena dilamuri lendir kenikmatan yang dihasilkan liang vagina istriku. Istriku merasakan sesuatu yang hampa didalam vaginanya, dan merasa kenikmatan yang sedang dirasakannya terpotong, matanya memandang kecewa pada tetanggaku. Tetapi tetanggaku berkata sambil mendesah “Nungging, Bu..!” Sambil bergerak merenggangkan jarak dari tubuh istriku. Istriku paham dengan apa yang diinginkan oleh tetanggaku, dia menggulingkan tubuhnya sehingga agak berputar 90o lalu mengangkat punggung dan pantatnya ke atas sehingga berada pada posisi merangkak dengan pinggang yang agak direndahkan.

Posisi yang sangat seksi yang diperlihatkan istriku pada tetanggaku. Tetanggaku menggeserkan dengan memutar tubuhnya sebesar 90o dengan menggunakan lutut agar menempatkan selangkangannya tepat berada pada pantat istriku yang padat dan seksi. Tangan kanannya memegangi batang penis yang semakin keras dan mengarahkannya ke liang vagina istriku yang dengan gelisah menunggu dalam kebasahan melewati celah pantat istriku yang montok.

Mata istriku terpejam menantikan detik-detik yang mendebarkan, lalu mulut istriku ternganga dengan mata terpejam mengeluarkan lenguhan nikmat ketika batang keras penis tetanggaku kembali memasuki dirinya “Ooouuhhhh……”. Kedua tangan tetanggaku memegangi kedua pinggul istriku, kemudian dia mulai menghela pantatnya menyodok-nyodokan batang penis untuk meraih nikmat dari vagina istriku.

Sodokan-sodokan tetanggaku demikian cepat dan keras, buah dada istriku yang tergantung indah terayun-ayun, kepala istrikupun terdongak-dongak menahan kenikmatan yang menerpa dirinya. Semakin lama sodokan itu semakin keras dan dalam serta menghentak-hentak. Istrikupun membalas hentakan-hentakan keras itu dengan menggoyangkan pinggulnya kekiri dan ke kanan dan terkadang diputar sambil menjerit dan mengerang sangat menggairahkan “aouhhh… aouhhhh……  aaahhh…”. Tampak sekali keduanya sedang berpacu meraih nikmat yang dekat.

Tampaknya puncak kenikmatan tetanggaku sudah semakin dekat dan ia ingin meraih orgasme sambil menindih istriku, dia langsung mencabut penisnya dan menggulingkan tubuh istriku agar telentang. Istriku mengangkat kedua kakinya ke atas dan direntangkan lebar-lebar memberi kemudahan bagi tetanggaku. Tetanggaku langsung memasukkan kembali penisnya ke dalam liang vagina istriku yang semakin licin, basah dan gatal. “Oooouuhhh…….” Lenguh istriku ketika vaginanya kembali dijejali oleh batang penis tetanggaku yang semakin bengkak dan keras, kemudian kembali dia mangayuh tubuh istriku dengan hentakan yang cepat dan keras..

Kedua telapak tangannya diletakkan pada kedua buah dada istriku  yang bergoyang-goyang akibat sodokan yang tak pernah berhenti. Sambil terus menyodok-nyodokan batang penisnya semakin dalam hingga seluruh batang penis tetanggaku amblas ditelan vagina istriku, tangannya meremas-remas buah dada istriku diselingi dengan pilinan pada putting susu istriku. “Ouhhh…ouhhh….ouhhhh …..” erangan kenikmatan yang dirasakan istriku semakin melambungkan dirinya, istriku mengeleng-gelengkan kepalanya sambil memejamkan mata menahan nikmat. Riuh rendah erangan nikmat istriku semakin  nyaring berpadu dengan helaan nafas tetanggaku.

Akhirnya tetanggaku meletakan kedua siku tangannya dipinggir pangkal lengan istriku,  tangannya merengkuh bahu istriku, dadanya diturunkan hingga mulutnya dapat mengulum putting susu istriku, istriku semakin meregang dan gelengan kepalanya semakin keras  disertai dengan erangan nikmat yang tak putus-putus.

Akhirnya tetanggaku merapatkan dadanya menghimpit rapat buah dada istriku,  mulutnya mencium wajah istriku. sodokan-sodokan penisnya mulai terlihat keras dan kaku dan akhrnya sodokan itu berubah menjadi hentakan-hentakan yang keras dan kejang-kejang tak terkendali, geliat tubuh istrikupun terlihat liar tak terkendali dan menghentak-hentak membalas hentakan tetanggaku.

Hingga pada suatu titik yang sama, tubuh mereka melenting kaku dan berpelukan sangat erat,  secara bersamaan dari mulut mereka terdengar jeritan nikmat “Aaaaaarrggghhhh….”. Tubuh mereka berkelojotan beberapa kali, kemudian terhempas lunglai dan layu. Tetanggaku terbujur lemas di atas tubuh istriku selama beberapa menit.

Tetanggaku menggulingkan tubuhnya sehingga berbaring di sisi istriku, dada mereka terengah-engah kehabisan nafas. Suasana enjadi hening….

Tak lama kemudian tetanggaku bangun dan mengenakan pakaian, sementara istriku masih terdiam, matanya terlihat menerawang jauh memikirkan apa yang baru saja terjadi. Dia masih belum mengerti mengapa gairahnya begitu tinggi hingga akhirnya dia berselingkuh dengan tetanggaku ini. Ada sedikit rasa penyesalan pada diri istriku atas apa yang telah tejadi.Tetapi kepuasan dan kenikmatan yang diperolehnya dapat memuaskan beban gairah berahi yang tadi sangat bergelora, sehingga kepuasan dan kenikmatan yang dia dapatkan mampu menggeser rasa sesal karena telah menghianatiku.

Istriku bangkit dari tidurnya dan mengenakan pakaiannya. Tetanggaku menghampiri istriku dan berusaha mencium lembut bibir istriku, istriku mengelak…., namun tak keluar kata-kata komentar dari mulut istriku. Setelah dirasakan cukup rapih istriku keluar kamar dan pulang ke rumah.

Sesampainya di halaman rumah wajah istriku pucat pasi, karena melihat motorku terparkir di halaman rumahku. Dia menarik nafas panjang beberapa kali untuk menenangkan diri. Setelah merasa cukup tenang, istri membuka pintu rumah dan dia semakin grogi melihatku yang sedang duduk dikursi tengah sambil menatap kehadirannya dengan sorot mata yang tajam dan mulut yang terkatup rapat.

“Kok… udah pulang Pah…? Udah lama ?” kata istriku seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

“Cukup lama…., untuk melihat Mamah bercinta dengan tetangga kita …! Bagaimana …… puas ? ” jawabku ketus balik bertanya ….

DUARRRR…..

Jawaban dariku seolah-olah bagaikan suara petir di siang bolong. Tubuh istriku yang masih kelelahan akibat persetubuhannya dengan tetanggaku langsung limbung ambruk terduduk merasakan beban kesalahan yang sangat berat yang menindihnya dan dia tidak sempat berpikir dari mana aku bisa tahu perbuatannya. Dia merangkak menghampiriku dan bersujud di kakiku sambil menangis “Maafkan Mamah …Pah.!” Sambil terus menangis sambil menciumi kakiku.

Bersambung…